Wednesday, September 7, 2011

Tabur dan Tuai





Selama bumi masih ada, matahari dan hujan, hukum tabur dan tuai tetap berlaku. Tabur dan tuai itu ada karena Allah adalah penabur yang sejati. Dia telah menabur dalam hidup kita, sehingga kita mengenal Tuhan Yesus. 


Poin-poin penting tentang Tabur dan Tuai:

1.            Tuaian sekarang adalah hasil taburan di masa lalu.
Jika kita menabur dengan kasih, tanpa pamrih dan tekun apakah itu doa, perkatakan iman, kebajikan, uang dan waktu untuk Tuhan karena kita mengasihi Dia dan sesama, maka kita akan menuai dengan sukacita. Bagaimana dengan taburan yang jelek, kejahatan dan hal-hal yang tidak baik?  Alkitab berkata siapa yang datang kepada Tuhan maka Tuhan akan memberikan pengampunan dan pembaharuan. Yoh 4 berbicara mengenai seorang wanita Samaria yang berdosa dan bertobat.  Dia menerima pengampunan, anugrah dan kelepasan dari Tuhan Yesus, moralnya dipulihkan, bahkan dia dipakai untuk menginjil. Demikian juga dengan orang yang menipu orang lain seperti Zakheus seorang pemungut pajak dan banyak orang membenci dia. Dia bertobat bahkan menerima Tuhan Yesus untuk datang ke rumahnya, sehingga seluruh keluarganya diselamatkan.  Zakheus diselamatkan sehingga dia tidak menuai yang jahat.

2.            Tabur sekarang agar kelak menuai. Gal 6 : 7-10.
Mari kita berbuat baik kepada semua orang, terutama untuk teman-teman seiman dan jika ada kesempatan mari menabur. Tuhanlah yang menggerakkan kita untuk menabur. Jika kita tabur dalam doa, daya dan dana di tempat yang subur, Tuhan akan cukupkan kebutuhan kita. Jika kita tabur kita akan menuai pada waktunya. Biarlah kita menuai ketika kita masih bisa menikmatinya dan hasil tuaian akan lebih besar dari apa yang kita tabur.

3.            Tabur di masa sukar.
Jika kita tidak punya benih minta, maka Tuhan akan berikan benih itu. Seperti Ishak menabur di tempat yang sukar Kej 26 : 12-13, benih yang ada dia tabur dan hasilnya Ishak menuai 100x. Orang yang menabur dengan air mata akan pulang membawa berkas-berkasnya (Maz 126 :6).


Allah juga memberi contoh soal menabur : 
a.            Menabur kasih yang besar, kasih yang tidak berkesudahan, kasih yang mengampuni. Disitu ada kemurahan Tuhan setiap hari. Tanpa kemurahan Allah kita tidak dapat hidup. Dia tabur kasih sampai Dia datang kembali.

b.            Menabur benih firman Allah ( Mat.13) .
Jika kita terima firman maka firman itu akan menyembuhkan.
Dari yang tidak ada menjadi ada itu karena firman Allah yang berkuasa. Yang mati rohani dihidupkan oleh firman Tuhan. Firman Allah itu juga yang membebaskan kita, karena firman itu hidup dan berkuasa.

Mat 13 berbicara soal perumpaan penabur ; ada 4 jenis tanah;  pertama yang jatuh di pinggir jalan, ke dua tanah yang berbatu, ketiga di semak duri dan ke empat di tanah yang baik/subur. Yesus menjawab perumpamaan ini ayat 18-22. Ayat 19  benih Firman Tuhan yang jatuh di pinggir jalan adalah Firman Tuhan yang didengar tetapi tidak dimengerti lalu diambil oleh si jahat, orang yang datang ke gereja sebentar saja setelah itu menghilang, karena firman di ambil oleh si jahat. Ayat 20  Di tanah yang berbatu sebentar gembira dan jadi anak Tuhan tetapi setelah itu hilang dari gereja, murtad. Ayat 22 tetap di gereja, tanah hatinya siap tetapi penuh semak duri (kekuatiran, tipu daya kekayaan) menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Ayat 23 ditabur di tanah yang baik mendengar firman dan mengerti serta berbuah 100x, 60x dan 30x lipat.

Mari kita menjadi tanah yang subur, sehingga ketika benih ditabur kita mengerti dan berbuah. Bagi yang melayani, mari kita melayani dengan hati yang rela jangan dengan terpaksa. Kita yang mengerti firman Allah dan memberi dengan rela dan tulus hati, maka akan diberkati dengan mukjizat Allah. Apa saja yang tidak berbuah biarlah Tuhan pulihkan. Dengarkan firmanNya, mengerti, lakukan dan berbuah.

Dalam perikop Mat 13:18-22 Orang Kristen ada di dalam kelompok 3 & 4. Tipe 1 & 2 tidak ada di gereja. Tipe pertama adalah typical orang yang mendengar firman, senang mendengar Firman, namun kemudian Firman tersebut dirampas iblis. Tipe kedua mendengar Firman, senang mendengar firman namun tiba-tiba murtad, percaya sebentar tetapi tidak berakar, tidak mau ikut belajar Alkitab, mengerti tentang Tuhan Yesus, tidak mau ikut KOM, sehingga kekristennya adalah Kristen kulit, hanya pada permukaan. Bila diminta mendoakan orang sakit bingung, diminta doa nubuatan lebih bingung lagi.  Mari kita semua berakar, bertumbuh dan berbuah di dalam firman Allah. Jika ada akar angin badai apapun tidak dapat mencabutnya. Setialah di dalam gereja dan berbuah serta melakukan kebajikan. 

c.             Allah menabur divine blessing dan healing.
Allah menabur yang baik supaya  roh, jiwa dan tubuh kita terpelihara sempurna sampai kedatanganNya. Dia rindu anak-anakNya dipulihkan, di rekonsiliasi dan disembuhkan. Jika ada jiwa yang terluka, sehingga kita tidak percaya kepada kuasa dan firman Allah, tetapi lebih kepada pikiran kita, maka kita tidak akan bisa nabur. Tuhan mau menabur dengan kesembuhan Ilahi. Dia ingin pulihkan kita supaya kita tidak mengingat masa lalu lagi..



Hukum tabur dan tuai itu berlaku bukan saja untuk kita yang percaya di dalam Tuhan Yesus tetapi juga bagi mereka yang diluar Tuhan. Apa yang ditabur orang itu juga akan dituainya. Kita bersyukur bahwa Allah sendiri telah memberi contoh yang luarbiasa mengenai hal ini. Dia telah menabur benih melalui anakNya Tuhan Yesus untuk keselamatan seluruh umat manusia.  Selain itu Dia juga telah menabur kasih, firmanNya dan juga berkat dan kesembuhan Ilahi bagi kita, supaya kita boleh memperoleh kehidupan yang bertumbuh dan berbuah. Mari kita rajin menabur baik itu dana, daya dan doa, selama waktu masih ada, karena jika sudah waktunya kita akan menuai.


Source :
http://www.bcs.org.sg/index.php?option=com_content&view=article&id=611:tabur-dan-tuai&catid=34:cool-sharing-material&Itemid=77

No comments:

Post a Comment