Friday, November 11, 2011

Merdeka untuk Mengampuni, By. Indri Magdalena Gautama (ems)

MERDEKA  UNTUK  MENGAMPUNI

Ada satu hal yang dapat membawa kemuliaan Allah turun dalam hidup setiap kita, dan satu hal in bergabtung pada kondisi hati kita. Orang yang kondisi hatinya takut akan Tuhan dapat mengundang hadirat Tuhan turun, contohnya Raja Salomo. Ia satu – satunya raja yang bisa mengundang hadirat Tuhan turun di bumi dengan luar biasa. Sekalipun mempunyai segalanya, Salomo belajar merendahkan hati di hadapan Tuhan.
Orang yang kondisi hatinya kotor dan dipenuhi kebencian, tidak akan mempu mengundang hadirat Tuhan turun atas kehidupannya. Hadirat Allah akan mencurahkan kasih-Nya dalam hati kita yang akan memampukan kita untuk mudah menaati perintah – perintah-Nya seperti mengampuni orang yang bersalah pada kita dan juga seringkali kita menyalahkan diri sendiri.

I.  Belenggu  - Belenggu yang Menghambat Kita untuk Mengampuni 
1.  Kesombongan
Orang sombong adalah orang yang tidak mampu melihat kelemahan dirinya sendiri.  Seperti Lucifer yang berani memberontak kepada Allah, orang yang dikuasai kesombongan biasanya begitu. Orang seperti ini biasanya tidak mudah untuk menerima teguran. Firman Tuhan berkata, “Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi orang yang rendah hati” (Yakobus 4:6). Tuhan membenci kesombongan, namun Dia sangat menyukai kerendahan hati.


2. Penyembahan patung – patung Berhala
Orang – orang datang ketempat penyembahan berhala terikat kebiasaan yang dilakukan nenek moyang karena ada setan yang bekerja. Ingat sekali setan menarik Anda, dia tidak akan melepaskan Anda.  “Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran, dan dengan demikian mereka menjadi sadar kembali, karena terlepas dari jerat Iblis yang telah mengikat mereka pada kehendaknya.” (2 timotius 2:25-26) Tuhan Yesus bukanlah pesuruh kita, dia bukan Alah yang bisa kita perintahkan seenak kita. Dia adalah Allah yang merindukan hubungan. Dia Allah yang berkuasa atas langit, bumi dan segala isinya, Dia Raja.


3. Roh Agamawi
Orang yg terikat roh agamawi tidak mempunyai motivasi hati yang murni.  Dia memang melakukan kewajiban agama dengan baik dan setia, tapi motivasi hatinya tidak murni di hadapan Tuhan. Orang yang terikat roh agamawi bisa saja mengampuni, tapi motivasi hatinya itulah yang tidak bisa kita percayai. Pendek kata, orang yang terikat roh agamawi tetap bisa melakukan kebaikan dan perintah-perintah Tuhan, tapi motivasi hatinya tidak murni di hadapan Allah.


4.  Roh Kekecewaan
Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan , maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. (Matius 24:12) Iri hati berasal dari kekecewaan. Iri  hati artinya kita tidak suka melihat posisi orang lain lebih tinggi dari posisi kita. Tidak ada kekecewaan yang datang dengan tiba-tiba, tapi semuanya itu dimulai karena kita tidak menjaga kondisi hati kita.
Firman Tuhan menasehati kita untuk menjaga hati dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. (Amsal 4:23). Hati kita ibarat sumur, jika sumur hati kita dipenuhi dengan kekecewaan, sumur itu akan dipenuhi dengan sampah. Jika air dari kondisi sumur yang seperti ini dialirkan ke luar, maka sampah-sampah itu pun akan ikut mengalir ke luar.
Kekristenan sejati adalah menjadi dewasa dalam pengenalan akan Allah. Kekecewaan akan meracuni pertumbuhan rohani Anda, bahakan akan menghalangi Anda untuk bertumbuh dewasa. 


5. Akar Kepahitan
Hati yang sudah dikuasai kepahitan akan sulit untuk bisa melepaskan pengampunan kepada orang lain. Orang yang kepahitan biasanya menjadi orang yang gampang sekali tersinggung, tertutup / pemarah.

Ada 2 penyebab  orang mudah tersinggung yaitu :
a.       Egoisme  / Selfisness
Orang yang penuh dengan dirinya sendiri biasanya egois sekali. Karakternya super sensitive. Sering kali kita menuntit orang memperhatikan kita dengan cara yang kita mau, tetapi ketika orang tersebut tidak melakukannya kita langsung kepahitan, menyalahkan orang lain tanpa kita mau mengintrospeksi diri terlebih dahulu. Hati-hati jaga hatimu dari minum racunnya musuh kita, roh kekecewaan.

b.      Rasa tidak aman
Pertumbuhan kerohanian itu ibarat tanaman yang ditanam di dalam pot. Kalau tanaman tersebut selalu dipindah – pindahkan dari potnya, tentu tanaman itu tidak punya akar yang kuat. Tanpa akar yang kuat, kita tidak akan bisa bertumbuh dewasa dalam pengenalan Allah.
Dalam kehidupan kita di dunia ini, pasti kita pernah disalah-mengerti, pernah dilukai. Kita akan mengalami banyak konflik dan gesekan dengan orang lain. Namun sebenarnya hanyalah cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih dewasa. Kalau tidak ada konflik, kita yidak bisa mengukur bahwa kita ini orang yang sabar dan tidak mudah emosi, dan juga melalui konflik kita akan tahu bahwa kita ini sudah bertumbuh di dalam mengampuni orang lain. Karena itulah, Tuhan izinkan kita untuk diperlakukan seolah-olah tidak adil supaya kita tahu bagaimana cara untuk menang dan menjadi lebih dewasa di dalam Kristus.


II. Memasuki Hidup yang Penuh Kemerdekaan dengan cara Berani Mengampuni

Semakin mudah ia mengampuni kesalahan orang lain, semakin dewasa karakternya. Kekristenan buakn seberapa banyak kita tahu Firman Tuhan, tetapi seberapa banyak Firman yang kita hidupi dalam praktikkan sehari-hari . Kekristenan bukan berbicara tentang pengetahuan agamawi kita tetapi bagaimana kita menjadi dewasa di dalam pengenalan akan Allah.

Untuk mencapai hidup merdeka sebagai orang Kristen, ada 3 hal yang dapat kita lakukan yaitu


 1. Mengasihi
Kalau anda orang Kristen yang dikuasai Roh Kudus, anda harus menjadi orang Kristen yang berjalan di dalam kasih Allah. Karena kasihlah yang mampu melindungi banyak hubungan dan menghindari keretakan. Kasih adalah bentuk peperangan rohani karena ketika mengasihi , sebenarnya kita sedang memerangi tipu muslihat iblis. Tuhan sangat rindu untuk melihat umatNya dipulihkan dan disembuhkan. Mengasihi adalah hukum kehidupan yang terpenting. Alkitab kita cuma berisi 2 hal, Hukum Agung dan Amanat Agung. Hukum Agung yaitu kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Dan hukum yang sama dengan itu adalah Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (Matius 22:37-39). Kalau kita mengasihi Tuhan, kita seharusnya juga mampu mengasihi orang lain dengan kualitas yang sama dengan kasih kita pada Tuhan. Mengasihi memang tidak mudah, apalagi jika kita harus mengasihi orang-orang yang pernah melukai atau membuat kita kecewa. Tapi jika kita belajar untuk terus menjaga persekutuan dengan Tuhan akan berakar di dalam kasih Allah, kita akan dimampukan untuk melepas pengampunan.
Kebencian menimbulkan pertengkaran, tetapi kasih menutupi segala pelanggaran. (Amsal 10:12)


2. Memberi
Kita mengasihi saudara seiman kita, seharusnya kita belajar untuk member yang terbaik dari hidup kita. Mengapa Tuhan mau hadir di bait Allah yang didirikan Salomo? Karena Tuhan mnghargai pemberian Salomo. Ketika membangun bait Allah, Salomo tidak pernah takut rugi, bahakn dia rela untuk mempersembahkan ribuan kambing domba sebagai korban bakaran di hadapan Tuhan. Pendek kata, Salomo tidak pernah berhitung kalau memberi kepada Tuhan.
Mengasihi Tuhan bukan sebatas kita melayani di depan mimbar, tetapi ketika kita belajar manaati dan member yang terbaik dari kehidupan kita sehari-hari. Jika kita ingin mempunyai investasi yang aman dan terjamin, investasilah di surge. Tuhan sendiri yang menjamin keamanannya. Ketika kita sedang memberi, sebenarnya kita sedang berinvestasi bagi diri kita sendiri. Tuhan hanya ingin kita belajar member I yang terbaik bukan karena terpaksa, tetapi karena sebagai wujud kita mengasihi Dia. Everything goes to Heart.  Segala sesuatu dimulai  dari dalam hati. Marilah kita belajar  dari kehidupan raja Salomo. Ia tidak pernah memberi sekadarnya untuk Tuhan. Supaya kemuliaan Allah turun atas kehidupan kita, kita perlu mengekspresikan kasih dengan memberi yang terbaik kepada Tuhan dan juga orang lain. Tuhan tidak pernah ingkar janji.  Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu." (Lukas 6:38)


3. Mangampuni
Kadang kala Tuhan memang sengaja mempertemukan kita dengan orang-orang yang mudah sekali tersinggung, sensitive, dan mudah terluka. Semua ini untuk mengajarkan kepada kita tentang pentingnya saling mengampuni. Masalah – masalah seperti ini, tanpa kita sadari, membuat kita makin bertumbuh dewasa dalam karakter. Dalam menjalin hubungan, banyak orang mengingini hubungan yang baik. Tapi tidak mau belajar mengampuni orang lain. Maunya menuntut orang untuk mengerti dan memahaminya, tapi dia sendiri tidak pernah mau belajar untuk mengerti dan memahami orang lain. Prinsip mengampuni bukanlah sebuah pilihan bagi kita, tapi ini adalah sebuah jalan untuk menjadi dewasa. Orang yang tidak menyadari kasih Allah dan tidak berjalan dengan iman akan sangat susah percaya pada Firman Tuhan.
Siapa menutupi pelanggaran, mengejar kasih, tetapi siapa membangkit-bangkit perkara, menceraikan sahabat yang karib. (Amsal 17:9) Firman Tuhan ini menyatakan dengan jelas, jika kita terus menerus membangkit – bangkitkan dan menceritakan konflik kita kepada siapa pun, kita sebenarnya sedang membangun jurang permusuhan  dengan sahabat kita sendiri.

III. Langkah – Langkah Sederhana Untuk Menyelesaikan Konflik

Ada beberapa langkah yang sederhana yang bisa kita praktikkan untuk menyelesaikan konflik dalam kehidupan sehari-hari:
1. Mendatangi dan berbicara empat mata dengan teman yang membuat kita konflik.
Janganlah membicarakan konflik Anda kepada orang lain yang tidak ada hubungannya sama sekali. Sengatlah bijaksana jika Anda mendatangi teman Anda dan berbicara empat mata dengannya. Kita tidak perlu merasa malau jika kita harus datang dan  meminta maaf terlebih dahulu. Alkitab mengatakan Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak – anak Allah. (Matius 5:9)


2. Lepaskanlah pengampunan dengan tulus.
Pengampunan adalah sebuah keputusan. Tuhan akan mengampuni kesalahan kita jika kita belajar terlebih dahulu mengampuni kesalahan orang lain. “Ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami mengampuni orang yang bersalah kepada kami.” (Matius 6:12).
Anda tidak bisa berdoa dengan hati yang masih menyimpan benci. Daripada kita tidak bisa berdoa, lebih baik kita belajar mengampuni kesalahan yang orang lain perbuat terhadap kita. Yang pasti, melepaskan pengampunan membawa pemilihan di dalam sebuah hubungan.


3. Berpikirlah Positif
Setelah kita melepaskan pengampunan, cobalah untuk tidak lagi mengingat – ingat kesalahan orang lain. Berpikir positif terhadap orang lain membuat kita tidak mudah terluka ketika ada sikap – sikap yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Merdekalah dalam kasih Allah. Jika kita berakar dalam kasih Allah, kita bebas mengampuni, menerima kasih, dan member kasih kepada yang lain. Jadi, hiduplah merdeka dalam kasih  Allah dan jadilah orang – orang yang merdeka dalam mengampuni.

IV. Berkat Yang Kita Peroleh Ketika Berjalan Dalam Kasih dan Pengampunan
       Tuhan selalu menyediakan berkat – berkat terbaik kepada anak – anakNya yang mau menaati Firman Tuhan. Hidup di dalam kasih dan saling mengampuni membawa kita ke dalam berkat – berkat Tuhan yang lebih besar lagi.

Ada beberapa berkat yang akan kita terima ketika kita hidup di dalam kasih dan saling mengampuni, antara lain : 
            1.      Kita akan terus menerus dipenuhi oleh kasih Allah.
Orang yang dipenuhi kasih Allah tidak akan mencari – cari kasih yang semu dari manusia. Mereka menjadi orang yang percaya diri karena menyadari kasih Tuhan cukup untuknya, sehingga kalau ada orang yang mencoba menyakiti / membuatnya tersinggung, dia akan mampu memandang semua itu dengan cara pandang yang benar.

2.      Sekalipun membutuhkan orang lain, kita akan mampu bersikap seimbang.
Artinya adalah kita dimampukan untuk memperhatikan sebesar kita menuntut orang untuk memperhatikan kita. Dengan kata lain, kita akan dimampukan untuk bersikap dewasa.

3.      Karena sudah mendapatkan kasih Allah, kita dimampukan untuk membangun dan memiliki hubungan bahagia dengan siapa pun.
Ketika kasih Allah memenuhi hati kita, membangun hubungan bukanlah perkara sulit untuk kita lalukan.

4.      Kita tidak akan mudah untuk tersinggung karena hati kita sudah dipenuhi dengan damai sejahtera.
Orang yang hatinya dipimpin damai sejahtera, tidak akan mudah menjadi kecewa. Kekecewaan adalah racunnya setan. Untuk mengalahkan kekecewaan, kita harus terus menerus meminta supaya damai sejahtera Allah memenuhi hati dan pikiran kita sehingga apa pun yang kita pikirkan, lakukan, dan katakanm kita bertindak di dalam sejahtera. There is no big sin unless it begins with little (Dosa besar dimulai dari dosa kecil yang tidak kita bereskan) Dosa besar atau kecil, dimataNya, little or big sin is same.
Allah kita adalah Allah yang mengampuni. Hiduplah di dalam pengampunan. Itulah jalan untuk kita terus hidup dalam berkat Tuhan.

Filipi 1:9, “Semoga kasih kita makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian.“


Amen




-ems-


No comments:

Post a Comment