Tuesday, January 11, 2022

Kasih Yang Dingin

 

Apakah kasihmu bertumbuh dan menjadi lebih lembut, lebih bercahaya, lebih nyata, dan lebih kelihatan? Atau menjadi lebih pemilih, lebih perhitungan, lebih keras, dan semakin kurang? 

Ini merupakan hal yang sangat penting karena kekristenanmu hanya bisa dikatakan nyata apabila kasihmu juga nyata. Turunnya kemampuan untuk bisa mengasihi merupakan bukti bahwa kasih yang dingin sedang berkembang dalam dirimu.


1. HATI-HATI DENGAN KETIDAKMAMPUAN UNTUK MENGAMPUNI!

Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin (Matius 24:12). Peperangan rohani besar yang sedang terjadi di gereja ada di bagian hubungan gereja. Setan tahu bahwa apabila suatu gereja terpecah belah, dia tidak akan bisa berdiri. Mungkin kita menikmati berkat-berkat sementara dan terobosan-terobosan semusim, tetapi untuk memenangkan pertempuran skala kota, Yesus sedang menegakkan suatu gereja sekota yang bersatu. Suatu tanda dari munculnya gereja yang berkemenangan ini adalah komitmen untuk mengasihi. Akan tetapi, karena semakin meningkatnya kejahatan di akhir jaman, kasih yang murni akan mendapat serangan telak.


Tidak ada unity rohani dan karena itu tidak ada kemenangan yang kekal tanpa kasih. Kasih merupakan gairah untuk bersatu. Sedang kepahitan ditandai dengan kurangnya kasih. Kasih yang dingin ini merupakan suatu benteng yang jahat. Dalam generasi kita, kasih yang dingin ini semakin terlihat dan menjadi biasa. 

Kasih yang dingin menutup kuasa doa dan menghalangi aliran kesembuhan serta penyelamatan. Apabila ada suatu penolakan untuk mengampuni pada diri seseorang ataupun gereja, maka dunia kejahatan mempunyai akses yang lapang. (Matius 18:34)

Firman Tuhan berkata bahwa sebuah akar kepahitan yang kecil sekalipun bisa bertumbuh dan merusak banyak orang (Ibrani 12:15). Kepahitan adalah dendam yang tak terpenuhi. Suatu tindakan yang tak terpikir ataupun suatu kekejaman bisa menyebabkan luka yang dalam. Memang tidak bisa dihindari bahwa dalam dunia yang semakin keras dan kejam kita bisa menjadi terluka. 

Tetapi kalau engkau gagal bereaksi dalam kasih dan pengampunan, kalau engkau mau tetap memperhitungkan hutang orang lain dalam rohmu, maka kemarahanmu itu akan merampok kemampuan hatimu untuk mengasihi. Tanpa sadar engkau akan menjadi anggota dari kelompok mayoritas Kristen akhir jaman yang kasihnya sudah menjadi dingin.

Kepahitan merupakan gejala klasik dari benteng kasih yang dingin. Untuk menghadapi hal ini engkau harus bertobat dan mengampuni orang yang menyakiti hatimu. 

Pengalaman yang menyakitkan ini diijinkan Tuhan agar engkau bisa mengasihi musuhmu. Apabila engkau masih mempunyai rasa dendam terhadap orang yang menyakitimu, engkau gagal dalam ujian ini. Untunglah ini hanya ujian, bukan ujian akhir. Sebenarnya engkau harus bersyukur kepada Tuhan untuk kesempatan bertumbuh dalam kasih ilahi.

 Bersyukurlah kepadaNya karena seluruh hidupmu tidak tertelan oleh kepahitan dan kebencian. Jutaan jiwa terhempas dalam penghakiman kekal setiap hari tanpa mempunyai pengharapan untuk keluar dari kepahitan. Tetapi engkau telah diberi jawaban Tuhan atas rasa sakitmu. 

Tuhan memberimu jalan keluar: KASIH!

Ketika engkau mulai merangkul kasih Allah dan berjalan dalam pengampunan, sebenarnya engkau sedang menghancurkan benteng kepahitan dan manifestasinya yaitu kasih yang dingin dalam hidupmu. Dengan pengalaman ini, engkau akan mempunyai kasih yang lebih besar dari yang sebelumnya. Engkau benar-benar harus bersyukur kepada Tuhan.


2. KASIH TANPA KOMITMEN BUKANLAH KASIH

Dan banyak orang akan murtad dan mereka akan saling menyerahkan dan saling membenci Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang. Dan karena makin bertambahnya kedurhakaan, maka kasih kebanyakan orang akan menjadi dingin. (Matius 24:10-12)

Saya ingin mengatakan dengan jelas: tidak ada kasih yang tidak disertai komitmen. Dalamnya kasihmu bisa dilihat dari dalamnya komitmenmu. Seringkali saya mendengar orang berkata, "Saya pernah mengasihi, tetapi saya terluka. Atau, Saya pernah memberi komitmen untuk suatu pelayanan, tetapi mereka mengeruk keuntungan dari saya. 

Orang menarik diri dari komitmen mereka tanpa menyadari bahwa kasih mereka telah menjadi dingin! Mungkin tidak terlalu kelihatan karena mereka masih pergi ke gereja, membaca Alkitab, membayar persepuluhan, menyanyi, dan kelihatan seperti orang Kristen --- tetapi di dalam, mereka menjadi semakin jauh dari orang-orang lain. Mereka telah menarik diri dari kasih Allah.

Yesus berkata, Celakalah dunia dengan segala penyesatannya: memang penyesatan harus ada, tetapi celakalah orang yang mengadakannya (Matius 18:7). Dalam perjalananmu engkau akan melihat bahwa orang-orang baik pun mengalami hari-hari buruk. Sepanjang hidupmu, tidak akan ada suatu waktu di mana engkau tidak menemukan batu-batu sandungan.

 Orang tidak tersandung karena batu karang yang besar, tapi karena kerikil. Tersandung adalah berhenti berjalan dan jatuh. Apakah engkau pernah tersandung oleh kelemahan atau dosa orang lain akhir-akhir ini? Apakah engkau sudah berdiri dan terus mengasihi seperti sebelumnya, atau apakah kejatuhanmu telah membuatmu menarik diri dari berjalan di dalam kasih? Untuk mempertahankan kualitas kasih dalam hatimu, engkau harus mengampuni mereka yang membuatmu tersandung.

Setiap kali engkau menolak untuk mengampuni atau mengabaikan kelemahan orang lain, hatimu tidak hanya menjadi semakin keras terhadap mereka, tetapi juga terhadap Tuhan.

Engkau tidak bisa membuat suatu opini negatif atas seseorang (sekalipun dia layak untuk mendapatkannya) dan membiarkan opini itu mengkristal dalam suatu sikap. Setiap kali engkau melakukan hal ini, suatu aspek dari hatimu akan menjadi dingin terhadap Allah. 

Mungkin engkau berpikir bahwa dirimu cukup terbuka di depan Tuhan, tetapi Firman ini jelas menyatakan: Jikalau seorang berkata: Aku mengasihi Allah, dan ia membenci saudaranya, maka ia adalah pendusta, karena barang siapa tidak mengasihi saudaranya yang dilihatnya, tidak mungkin mengasihi Allah, yang tidak dilihatnya. (1 Yohanes 4:20). Mungkin engkau tidak suka dengan apa yang dilakukan orang lain terhadapmu, tapi engkau tidak punya pilihan untuk berhenti mengasihi dia. Kasih merupakan satu-satunya pilihan.

Apa yang saya maksud dengan kasih? Pertama-tama, yang saya maksud bukanlah sekedar kasih yang kuat. Yang saya maksud adalah kasih yang lembut, sensitif, terbuka, dan teguh. Tuhan bisa menjadi keras apabila perlu dan kita akan menjadi tegas bila Dia memerintahkan untuk bersikap seperti itu, tetapi di balik ketegasan itu harus ada sebuah sungai kasih yang mengalir dalam sikap.

 Kasih yang saya maksud adalah belas kasihan yang didukung oleh iman dan doa yang dipicu oleh dorongan untuk melihat yang terbaik dari Tuhan datang pada orang-orang yang saya kasihi. Ketika saya mengasihi seseorang, saya memastikan bahwa saya akan berdiri tegak bersama dia apapun yang terjadi dengannya.

Kita perlu orang-orang yang mempunyai komitmen pada kita sebagai individu --- orang-orang yang tahu bahwa kita tidak sempurna tetapi tetap mengasihi kita. Manifestasi kerajaan Allah tidak akan datang tanpa ada orang-orang yang mempunyai komitmen untuk menjangkau kepenuhan Allah. Kita tidak sedang berbicara tentang keselamatan; kita sedang berbicara tentang bertumbuh di dalam keselamatan itu sampai kita mengasihi dan mempunyai komitmen satu dengan lainnya dengan kasih Yesus.

Banyak orang tersandung karena kesalahan-kesalahan dan kelemahan-kelemahan manusiawi yang kecil; dan hal-hal kecil ini dengan cepat dipompa musuh menjadi masalah besar. Oh, alangkah rapuhnya alasan-alasan yang dibuat orang untuk membenarkan diri dan menarik diri dari orang-orang lain! Dalam kenyataan, masalah-masalah itu, yang seringkali berkaitan dengan masalah gereja atau gembala, merupakan suatu selubung dari kurangnya kasih orang tersebut.

Kita perlu mengatasi kekacauan kita tentang komitmen karena tidak seorang pun akan mencapai kepenuhan tujuan Allah tanpa mempunyai komitmen terhadap orang-orang yang tidak sempurna di sepanjang perjalanan. Ya, sepanjang saya menemukan suatu gereja sesuai dengan apa yang saya percayai, saya akan memberi komitmen. Ini adalah alasan yang sangat berbahaya. Begitu Tuhan berurusan dengan kualitas kasihmu dan engkau menyatakan bahwa tidak akan mengampuni, penarikan dirimu hanyalah didasarkan pada perbedaan doktrin yang minor. 

Kerajaan Allah bukanlah sekedar dibangun dari doktrin. Kerajaan itu didasarkan pada hubungan --- hubungan dengan Tuhan. Karena ada hubungan dengan Tuhan, maka ada hubungan satu dengan lainnya. Doktrin hanyalah membantu mendefinisikan hubungan-hubungan itu. Kami tidak anti doktrin, tapi kami menentang doktrin kosong yang kelihatan seperti virus yang hanya merupakan alasan-alasan untuk membenarkan kasih yang dingin.


3. PERINTAH PALING BESAR

Seorang ahli hukum pernah bertanya kepada Yesus hukum apa yang paling besar. JawabanNya sangat luar biasa. Dia berkata, Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Markus 12:30-31). 

Kalau engkau mengasihi Tuhan, maka kasihmu kepada orang lain akan seperti kasihmu kepada Tuhan: yang kedua itu seperti yang pertama. Semakin engkau mengasihi Tuhan tanpa syarat, semakin engkau bisa mengasihi orang lain tanpa syarat.

Bagi mereka yang mempunyai sikap hanya Yesus dan saya, saya ingin mengatakan bahwa memang sangat luar biasa kalau engkau menemukan Yesus. Tetapi engkau tidak bisa benar-benar memiliki Yesus tanpa melakukan apa yang Dia katakan. Hasil pertumbuhan dari kasih dan iman di dalam Kristus adalah kasih dan iman seperti Kristus, yang berarti bahwa kita mempunyai komitmen seperti Dia terhadap umatNya.

Kerajaan Allah itu bukan di dalam dirimu atau diri saya --- tetapi di dalam diri kita, secara korporat. Kita disempurnakan sebagai suatu kesatuan (Yohanes 17). Untuk bisa dikatakan sebagai Kerajaan Allah, kita harus punya komitmen satu dengan lainnya sebagai individu maupun gereja. Kalau Kristus menerima kita ketika kita dalam keadaan tidak sempurna, kita juga harus bisa menerima satu sama lain. 

Orang-orang yang memiliki Kerajaan Allah sebenarnya adalah orang-orang yang telah menang atas masalah kesalahan orang lain. Mereka saling membantu untuk menjadi apa yang merupakan panggilan Tuhan atas mereka yaitu tubuh Yesus Kristus yang hidup.

Ingat, sasaran dari menghancurkan benteng kasih yang dingin adalah melihat kesatuan tubuh Kristus. Engkau akan menerima tantangan dalam hal ini, tetapi kalau engkau tetap teguh, engkau akan menemukan tinggi dan dalamnya, lebar dan luasnya kasih Kristus. Engkau akan menjadi suatu tubuh yang dipenuhi dan dialiri oleh Allah Sendiri.


Source :

Kasih Yang Dingin | Air Hidup

Sunday, November 28, 2021

The Seven Desires of Every Heart, By.Mark and Debra Laaser



1. Heard and Understood 

We are born needing to hear… Listened to, i.e. Feelings, Needs, Struggles and Opinions Those not heard or understood growing up may struggle to find their voice. 

To be able to speak about what they feel, need or desire, OR they may talk a lot.


2. Affirmed

 Approved of who we are and what we do. 

Those who didn't get affirmed struggle to know if they ever got things right. Any criticism, however constructive, might take them back to guilt feelings of always being wrong. Even if complimented, they might not believe it.


3. Blessed 

 Special because of who we are; loved for who we are. 

We don't have to do anything. 

The lack of blessing causes shame and a constant need to find blessing - i.e. the need for approval, but it never seems to accomplish the desired result. Others are put off by their self-centeredness and complaints.


4. Safe 

Free from fear and anxiety.

Free to explore the world and take new risks.

 Growing up with a lack of safety creates feelings of fear and anxiety in the present. People will get triggered by any perception on their part that things are not safe. Perception is key - Perceiving danger when not.


5. Touched 

Attributes to well-being. Safe, non - sexual touch. Sexual touch is the energy inside us to be productive, passionate and creative. 

Lack of healthy touch leads to chronic touch deprivation. When people long deprived of touch relate to others who do not touch they feel unloved and unsupported. When a spouse says no to sex they get deep abandonment triggers.


6. Chosen 

Selected, chosen for a special relationship. Accepted, desired. 

 The desire to be desired. Marriage is the desire to be passionately desired. Not being chosen leaves wounds of feeling unattractive and unlikable. People with such wounds constantly compare themselves to others; anyone perceived to look or act better or achieved successful things will trigger unworthiness. Won't believe compliments.


7. Included 

Belonging; Broader than chosen we long to belong, to be in community. We long to be a part of something larger than ourselves. Gives sense of well-being, security. 

Those not included as children may spend their adult lives constantly trying to fit in or avoiding social situations altogether. Not being invited triggers feelings of pain. Trying to fit in they will say yes when they mean no.


Source :

7 Desires of Every Heart.xlsx (forgivenmuchministries.org)

Monday, June 28, 2021

Unpredictable Life

I really missed you so much
But I can`t hold you, 
Just can hold you in my dream
I want hug you
I want kiss you
But...


Every morning when I wake up
I just Thank God that, 
I`m stil alive and can smell
Everytime I text you 
And you reply it
I grateful and Thank God
because you still alive


I feel exhausted, boring
But I can`t do anything
Just accept it


I feel my life is freeze
or feels like walking
but can`t move front and back
But time flies
And everything is unpredictable
Unpredictable Life


Missed u HR

Saturday, November 28, 2020

My Dog, 18 years togerher



Sep, 19 2020

Ketika menjalang malam hari jam 11 an. Doggie saya yang bernama Rikcy mengalami sesak nafas karena asma. Asmanya sangat berbeda dari biasanya sangat berat. Dia sangat menderita. Lalu Ricky diberikan obat tapi dia tidak mau. Air mata saya sudah mengalir sepertinya gukguk kesayangan saya akan meninggalkan saya, sama seperti papi saya (Aug, 29 2020). 

Ricky adalah anjing berjenis pomerian. Umur Ricky sudah 18 tahun (2002-2020). Masih teringat rasanya ketika Ricky lahir dari induknya yang bernama Kwai-kwai. Saya membantu proses melahirkan sampai memotong tali pusar ketika Ricky masih bayi. Masih teringat ketika Ricky kalau tidur di ranjang dia tidur di atas kepala saya. Sehingga saya harus menurunkan kepala saya ke bawah agar Ricky bisa tidur.

Pada bulan November 2019, dokter sudah berkata bahwa Ricky itu punya asma akut. Mengingat umur Ricky yang sudah tua, dokter tidak mau memberikan apa2 krena takut kena Ricky punya ginjal dan dokter bilang Ricky bisa ... kapan saja jadi biarkan Ricky bahagia. 

Di saat itu pada saat itu saya berulang tahun, Ricky mau memberikan kenangan terindah untuk saya. Dia tidak pernah rewel atau sakit sellama bulan Desember 2019 - September 2020 dia tidak pernah sakit, seperti sesak nafas dll. Bahkan tergolong lincah. Tapi ketika malam itu dia sudah sesak nafas, saya sudah melihat bahwa doggie saya akan pergi meninggalkan saya. Ricky sudah tidak mau minum obat, bahkan ketika saya menangis dia tidak mau melihat saya, tapi melihat ke jendela seakan berkata dia akan pergi. Ketika memasuki jam 12 malam (Sun, Sep 20, 2020) Ricky sudah tidak sesak nafas lai. Bahkan sangat tenang seperti bias. Dan saya ingin menonton tv, tapi Ricky minta saya untuk tidur. Dan akhirnya saya tidur seperti biasa Ricky tidur disebelah saya. Sekitar jam 12.20am (Sep 20) seakan saya bermimpi dan mendengar suara yang berkata saya pegi dulu. Langsung saya terbangun dan melihat Ricky sudah tidak bernafas. 

2020, adalah tahun dimana saya kehilangan papi saya dan doggie saya yang saya kasihi.

Thursday, October 8, 2020

Pemberian Terindah



Diberikan Allah dengan senang hati.
 

Jauh sebelum kita lahir dan bernapas,  Pencipta kita telah membuktikan  diri-Nya sebagai pemberi yang terbaik  dengan memberikan lebih dari apa pun yang pernah didambakan manusia. Sekarang, Dia masih ingin memberikan apa yang diinginkan hati kita (Mazmur 37:4). Sebagai Bapa surgawi, Dialah  sumber “setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna” (Yakobus 1:17). Ketika kita berkata bahwa “hal-hal terbaik dalam hidup itu yang diperoleh dengan cuma-cuma,” kita sedang mengakui bahwa ketika Allah memberikan hidup, persahabatan, dan keceriaan, Dia sedang menunjukkan bahwa tak seorang pun dapat memberikan pemberian yang lebih baik daripada yang diberikan-Nya. 
Meskipun pemberian terindah-Nya itu tak ternilai, dan ditujukan untuk menjawab kebutuhan dan kebahagiaan kita, banyak yang berpikir bahwa pemberian itu tampaknya mustahil untuk menjadi kenyataan.


Disebutkan dalam Alkitab.

Alkitab menyebut tentang suatu pemberian terindah yang penuh misteri dan nilainya jauh melebihi apa pun yang pernah kita terima.  Ketika pemberian itu diterima, kita pun memperoleh damai sejahtera, penerimaan, pengampunan, dan pengangkatan sebagai anak dalam keluarga Allah, serta hidup yang kekal. Namun, apakah pemberian Allah yang memenuhi keinginan hati kita itu adalah upah karena kita telah menjalani hidup yang baik? Tidak demikian, menurut Alkitab. Pemberian yang dimaksud adalah keselamatan jiwa dan disebut “karunia Allah” (Roma 6:23; Efesus 2:8-9).


Tak bisa diusahakan sendiri.

Dalam sebagian besar bidang hidup ini, kita bekerja keras untuk memperoleh rasa hormat, kepercayaan, dan kenaikan pangkat. Namun, tidak demikian dengan keselamatan yang diberikan oleh Allah. Keselamatan tidak berasal dari balas jasa, tetapi dari belas kasihan; tidak dengan upaya, tetapi dengan percaya; dan tidak diperoleh dengan usaha sendiri, tetapi dengan menerimanya.

 Paulus berkata ``Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9). Dalam suratnya yang lain dalam Perjanjian Baru, Paulus menambahkan, “Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya” (Titus 3:5).


Dibayar lunas oleh Allah.

Jauh sebelum orang-orang majus datang membawa pemberian mereka ke Betlehem, Allah Pencipta telah memberi kita karunia untuk memilih. Dia tahu bahwa kasih yang bermakna harus disertai kerelaan, jadi Dia memberi kita kebebasan untuk menerima atau menolak-Nya. 

Namun dari semula, Adam dan Hawa memilih untuk meninggalkan￾Nya. Alih-alih membiarkan manusia hidup dalam pemberontakan, Allah justru menyatakan sebuah rencana penyelamatan dimana pribadi yang tidak bersalah akan mati berkorban demi pihak yang bersalah. Suatu tata cara ibadah yang terperinci dan simbolis di Bait Suci menjadi bayangan dari apa yang kelak dilakukan Allah bagi kita dalam peristiwa utama dari sejarah umat manusia. Pada waktu yang ditentukan-Nya sendiri, dalam peristiwa yang luar biasa dan berdampak kekal, Allah melakukan sesuatu yang hanya dapat dilakukan karena kasih—Dia mengorbankan Anak-Nya untuk menebus kita dari dosa (Yohanes 1:29; Ibrani 10:5-10)


Dibuktikan dengan tindakan.

Fakta sejarah adalah bukti dari penebusan yang telah dilakukan￾Nya. Para nabi di Israel telah menubuatkan seorang Mesias yang akan membebaskan umat-Nya dari dosa mereka (Yesaya 53; Daniel 9:26). Ketika Mesias datang, para penulis Injil memberitahukan kepada kita bahwa Dia menyembuhkan yang sakit, membangkitkan yang mati, dan memberikan harapan kepada yang tertindas. Lalu Dia melakukan yang tidak disangka-sangka oleh siapa pun. Dia tidak memanfaatkan dukungan orang banyak yang memuja-Nya untuk merebut kekuasaan, melainkan dengan diam membisu Dia menanggung hujatan musuh, dan rela mati dihukum oleh para tentara Romawi. Tiga hari kemudian, Dia bangkit dan melangkah keluar dari kubur yang dijaga ketat (Lukas 24:1-7). Para saksi mata dari Kristus yang telah bangkit ini lebih memilih mati di tangan para musuh daripada menyangkali fakta bahwa mereka telah bertemu Dia yang telah hidup kembali.


Dikemas dengan cermat.

Allah mengemas pemberian terindah-Nya sepanjang ribuan tahun lewat setiap nubuat yang digenapi, mukjizat yang disaksikan banyak orang, dan penyelamatan yang mengagumkan. Setelah dinantikan berabad-abad lamanya, Sang Penguasa surga mengunjungi seorang gadis muda Yahudi bernama Maria dan, yang terajaib dari semuanya, hadir di dalam rahimnya. Semasa hidup-Nya, Dia besar di tengah keadaan yang sederhana, dikasihi para pengikut yang biasa-biasa saja, dibenci para pemimpin agama, dan dibunuh secara mengenaskan. Saat sepertinya tiada lagi harapan, Allah mengemas pemberian-Nya itu lewat berita sukacita dari para saksi tentang kebangkitan￾Nya yang tak terduga dari kematian. Sebagai puncaknya, Sang Pencipta menghias anugerah keselamatan dariNya dengan keragaman yang indah, yakni orang-orang dari segala bangsa di dunia yang hati dan hidupnya telah diubahkan oleh kasih-Nya (Wahyu 5:9).


Diberikan Allah karena kasih karunia.

Bagi mereka yang menerima anugerah pemberian Allah, Rasul Paulus menulis, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri” (Efesus 2:8-9). Paulus pernah berusaha menyenangkan hati Allah dengan caranya sendiri (Filipi 3:3-9). Sekarang ia ingin para pembacanya mengetahui apa yang telah diketahuinya sendiri—bahwa hanya karena kasih karunia Allah, para malaikat di surga akan menyambut manusia yang telah memberontak dan hancur oleh dosa untuk masuk ke dalam keluarga dan hadirat Allah yang kekal. Dalam suratnya yang lain, Paulus menggambarkan perbedaan antara Adam, yang menyebarkan dosa dan kematian pada seluruh keturunannya, dan Kristus, yang membawa kasih karunia dan hidup bagi semua yang percaya kepada￾Nya. Ia menulis, “Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia- Nya, yang dilimpahkan￾Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus” (Roma 5:15).


Hanya dapat diterima dengan iman.

Dengan kata-kata yang dipilihnya dengan cermat, Paulus berkata kepada jemaat di Efesus, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Dalam frasa yang mengandung syarat ini, ia mengingatkan kita bahwa Allah datang hanya kepada mereka yang mengundang-Nya. Allah yang menginginkan kita mengalami kebahagiaan dalam keluarga-Nya yang kekal itu sedang mengetuk pintu hati kita dengan lembut dan menunggu kita untuk menyambut￾Nya masuk ke dalam hidup kita (Yohanes 1:12). Demikianlah dikatakan dalam Injil, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).


Tersedia bagi siapa saja yang mau menerimanya.

Kebanyakan sahabat Yesus adalah para nelayan, bukan cendekiawan. Ada yang pernah menjadi pemungut cukai, yang lain seorang pejuang politik yang menggebu￾gebu, dan ada juga yang pernah dirasuk setan. Yang menyatukan mereka adalah kesediaan untuk menerima pemberian Allah. Merekalah orang-orang yang dirindukan Yesus untuk dibawa kepada Bapa-Nya. Bahkan pada saat-saat terakhir hidup-Nya, ketika Dia tergantung di kayu salib di antara dua penjahat, Yesus memberikan anugerah hidup kekal. Salah satu dari penjahat itu mencemooh-Nya dan berkata, “Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkanlah diri-Mu dan kami!” Namun, penjahat yang seorang lagi menegurnya, “Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah.” Lalu ia berkata, “Yesus, ingatlah akan aku, apabila Engkau datang sebagai Raja.” Hanya karena keselamatan adalah kasih karunia, Yesus dapat berkata kepadanya, “Sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus” (Lukas 23:39-43)


Membangkitkan ucapan syukur.

Orang yang tidak bersedia meminta tolong sering berbangga diri karena merasa tidak pernah berutang kepada siapa pun. Namun, mereka yang rela mengakui kehausan rohaninya akan menemukan sesuatu yang lebih bermakna daripada merasa mampu berdiri sendiri. Merekalah orang￾orang yang mengucap syukur karena tahu bahwa mereka berutang nyawa kepada orang lain. Orang yang telah diselamatkan dari mobil atau gedung yang terbakar oleh petugas pemadam kebakaran atau seorang pemberani akan tahu apa artinya menjalani sisa hidup mereka dengan perasaan syukur yang mendalam. Demikian juga orang yang tahu bahwa diri mereka telah diselamatkan oleh kasih karunia Allah dari penghukuman akan mempunyai alasan untuk menjalani sisa hidup mereka dengan ucapan syukur yang berlimpah kepada-Nya (Efesus 2:10). Tiada hal lain yang lebih membahagiakan kita atau membangkitkan kasih dalam hati kita daripada kesadaran yang besar bahwa segala sesuatu yang sungguh kita butuhkan telah dianugerahkan oleh Allah lewat pemberian-Nya yang terindah.Anda tidak sendiri.

Jika masih ragu-ragu untuk membuka hati dan menerima anugerah keselamatan dari Allah. Banyak yang berpikir bahwa pemberian tersebut sungguh mustahil untuk menjadi kenyataan. Banyak juga yang takut bahwa mereka akan terikat dengan utang ucapan syukur dan kasih kepada Allah untuk selama-lamanya. Bagaimanapun, keputusan untuk menerima anugerah keselamatan itu ada di tangan Anda. Yohanes menulis, “Ia datang kepada milik kepunyaan￾Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya” (Yohanes 1:11-12). Bila Anda siap menerima pemberian yang terindah ini, keterbukaan hati Andalah yang dikehendaki Allah. Anda dapat berdoa dengan menggunakan kata-kata Anda sendiri, atau mengungkapkan doa sebagai berikut: “Allah di surga, aku tahu aku telah berdosa terhadap-Mu. Aku percaya Kristus adalah Anak-Mu dan Juruselamatku. Aku percaya Dia telah mati untuk membayar hukuman atas dosa-dosaku dan bangkit dari kematian untuk membuktikan apa yang dijanjikan-Nya. Sekarang, aku mau mempercayai-Nya, dan menerima pengampunan, hidup baru, dan hidup kekal di surga yang selama ini kurindukan. Dalam nama Yesus, aku bersyukur kepada-Mu. Amin.”


The 40 days, 

Aug 29 2020 - Oct 8 2020


Source :

https://santapanrohani.org/resources/pemberian-terindah/

Kaya tapi Miskin Hati

  Ciri-ciri orang Kristen yang suam-suam kuku: Lebih mengandalkan harta dan kenyamanan dunia daripada Tuhan.  Hidup dalam kepuasan diri, mer...