Wednesday, March 30, 2011

Cangkir Yang Penuh



‘Cangkir Yang Penuh’
(by toni_yoyo@yahoo.com)

Cerita berikut diadopsi dan dimodifikasi dari cerita Zen yang sudah banyak beredar.

Suatu ketika, seorang guru besar perguruan tinggi mengunjungi seorang Bijaksana untuk belajar.

Setelah mempersilakan tamunya masuk dan duduk, Bijaksana segera menuangkan teh ke dalam cangkir tamunya sampai penuh dan luber.

Guru besar segera mengingatkan, “Bijaksana, teh telah melimpah ke luar cangkir, janganlah menuang lagi”.

Bijaksana menukas, “Ketahuilah bahwa pikiranmu persis cangkir yang penuh ini tapi oleh teori, pandangan, cara berpikir, dan kebiasaanmu. Jika kamu tidak mau membuka diri dan mengosongkan sedikit pikiranmu, bagaimana saya dapat memberi tambahan ilmu padamu?”.

Dengan contoh yang jelas dan efektif, Bijaksana menyadarkan si guru besar.

 Demikian juga dalam keseharian kita. Masing-masing orang memiliki latar belakang yang berbeda. Pikiran masing-masing sudah penuh dengan pengetahuan dan kebiasaan.

Jangankan saling belajar dan mengisi, pikiran yang sudah penuh ini malah menjadi sumber konflik dalam berinteraksi.

Tanpa ’dikosongkan’ sedikit isi kepala kita dan kemauan untuk membuka diri, akankah kita bisa saling belajar dengan efektif?

Friday, March 25, 2011

Doa

Doa untuk :

Tuntutan Masa Depan
Yeremia 29 : 11
29:11Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.


Pengampunan
Matius 6 : 14
6:14Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.

Kisah Para Rasul 13 : 38
13:38Jadi ketahuilah, hai saudara-saudara, oleh karena Dialah maka diberitakan kepada kamu pengampunan dosa.

Kebebasan Keuangan,
Amsal 10 : 22
10:22Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.


Damai Sejahtera,
Filipi 4 : 7
4:7Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus.


Kepenuhan Roh Kudus
Galatia 5:25
5:25Jikalau kita hidup oleh Roh, baiklah hidup kita juga dipimpin oleh Roh,


Hikmat dan Kecerdasan
Kolose 3 : 16
3:16Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu.


Persahabatan dan Hubungan
Galatia 5 : 14
5:14Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"


Kemajuan Karir
Ulangan 28 : 13
28:13TUHAN akan mengangkat engkau menjadi kepala dan bukan menjadi ekor, engkau akan tetap naik dan bukan turun, apabila engkau mendengarkan perintah TUHAN, Allahmu, yang kusampaikan pada hari ini kaulakukan dengan setia,


Perlindungan
Mazmur 34 : 7
34:7Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

Kesehatan
1 Petrus 2 :21-24 
2:21Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya.
2:22Ia tidak berbuat dosa, dan tipu tidak ada dalam mulut-Nya.
2:23Ketika Ia dicaci maki, Ia tidak membalas dengan mencaci maki; ketika Ia menderita, Ia tidak mengancam, tetapi Ia menyerahkannya kepada Dia, yang menghakimi dengan adil.
2:24Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh.

The Power of Prayer



People come into your life for a REASON, a SEASON, or a LIFETIME. When you figure out which it is, you know exactly what to do.

When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed outwardly or inwardly. They have come to assist you through a difficulty, to provide you with guidance and support, to aid you physically, emotionally, or spiritually.
They may seem like a godsend, and they are. They are there for the reason you need them to be. Then, without any wrong doing on your part or at an inconvenient time, this person will say or do something to bring the relationship to an end. Sometimes they die. Sometimes they walk away. Sometimes they act up or out and force you to take a stand. What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled; their work is done. The prayer you sent up has been answered and it is now time to move on.

When people come into your life for a SEASON, it is because your turn has come to share, grow, or learn. They may bring you an experience of peace or make you laugh. They may teach you something you have never done. They usually give you an unbelievable amount of joy.

Believe it! It is real! But, only for a season. LIFETIME relationships teach you lifetime lessons; those things you must build upon in order to have a solid emotional foundation. Your job is to accept the lesson, love the person/people (anyway); and put what you have learned to use in all other relationships and areas of your life. It is said that love is blind but friendship is clairvoyant.

Thank you for being a part of my life…Smile and stop here if you’re not into this final part: This is to show people you love them and to see how many people love you! Don’t feel embarrassed because only you will get the results.

PRAYER:
May today there be peace within you.
May you trust God that you are exactly where you
are meant to be.
May you not forget the infinite possibilities that
are born of faith.
May you use those gifts that you have received,
and pass on the love that has been given to you.
May you be content knowing that you are a child of God. Let His presence settle into your bones, and allow your soul them freedom to sing, dance, and to bask in the sun. It is there for each and every one of you.

10 Resep Simple untuk Menikmati Hidup Ini

10 Resep Simple untuk Menikmati Hidup Ini

Dibawah ini ada 10 resep buat anda biar bisa menikmati hidup ini


 1. Jangan kuatir,
 kekuatiran adalah penyebab aktivitas dan pikiran tidak produktif


 2. Jangan membiarkan ketakutan-ketakutan tak beralasan menguasaimu, 
 Kebanyakan sesuatu yang kita takuti tidak pernah terjadi


 3. Jangan menyimpan dendam dan kebencian terhadap apapun
  Hal inilah yang paling besar dan paling menyita energi seumur hidup kita


 4. Selesaikan setiap masalah satu persatu,
  Hanya inilah cara menangani setiap persoalan satu demi satu


 5. Semua masalah tak perlu dibawa tidur,
 hal tersebut buruk dan tidak sehat, biasakanlah tidur dengan nyaman


 6. Jangan mencampuri masalah atau urusan orang lain,
  mereka memiliki cara mereka sendiri untuk menangani setiap masalahnya
 

 7. JANGAN HIDUP PADA MASA LALU, 
 Nikmatilah masa lalu sebagai kenangan, namun jangan tergantung padanya, konsentrasikanlah hidupmu pada kejadian saat ini dan pikirkanlah kebahagiaan bahagia sekarang bukan pada masa lalu
 

 8. Jadilah pendengar yang baik, 
 hanya pada saat menjadi pendengar seseorang mendapatkan dan belajar ide-ide baru yang berbeda dari orang lain


 9. Jangan biarkan rasa frustasi merusak dan mengatur hidupmu,
  aktiflah dengan kegiatan-kegiatan positif


 10. Hitunglah berkat/rahmatmu, 
 jangan pernah melupakan berkat/rahmat yang kita terima sekecil apapun, semakin banyak berkat/rahmat kecil yang kita kumpulkan akan semakin berarti bagi hidup kita.


 May God Bless Us

(Unknown)

There’s Always A Rainbow After the Rain

It has been said that April showers bring May flowers. If you’ve had April showers, don’t be surprised if God awaits with a gorgeous bouquet of May flowers. It could come tomorrow. Perhaps it won’t come until sometime later. But don’t be discouraged.
Jesus Christ will bring His elegant bouquet, everything perfectly arranged. He may resolve your turmoil just as you prayed. He may resolve it in a different, much better way. Or He may choose not to resolve it at all. Still, you can be assured His thoughts are higher than your thoughts and His plan is perfection. He knows what is best for you.

Someday He will knock, holding your bouquet of May flowers. They will be your favorite color, beautiful and bright and wonderfully scented, a sweet savor unto the Lord.
Your April showers could be anything: trouble, sickness, sin. Perhaps they have left you feeling unworthy of God’s attention and love. Understand that His is an unconditional love, and you have done nothing for which He won’t forgive or restore you.




Who shall separate us from the love of Christ? Shall tribulation, or distress, or persecution, or famine, or nakedness, or peril, or sword?
Romans 8:35


My Personal Reflection
The rainbow always comes out after the rain. Knowing that reminds me how we can maintain an optimistic outlook in our lives in spite of the many challenges thrown in our way.
Just like in today’s devotional, the rain symbolizes the hurdles we have to jump over, the problems we have to face and the challenges we have to overcome. But then the falling of rain is inevitable. We cannot control when it will rain and when it won’t. What we can do is remain positive and keep our faith in the Lord, because just as sure as the rain will pour, the blessings also will. We only need to be patient.

All good things come in God’s time, the perfect time.


Source:

http://abetterwoman.co.cc/life/theres-always-a-rainbow-after-the-rain/

Terima Kasih Karunia-Nya



Pernahkah Anda menghadapi masalah yang tidak bisa Anda atasi? Pernahkah Anda menghadapi situasi yang berat sampai-sampai Anda merasa sulit untuk mentaati Firman Tuhan? Inilah saat Anda harus meminta Tuhan untuk memberikan kasih karunia-Nya supaya Anda bisa menang atas situasi Anda.
Kebanyakan Anda sudah mendengar kata "kasih karunia Tuhan". Mungkin Anda tahu arti kata kasih karunia secara harafiah, tetapi apakah Anda benar-benar mengerti akan kasih karunia-Nya? Tahukah Anda tujuan dan maksud di balik kasih karunia Tuhan tersebut? Mari kita lihat dari ilustrasi berikut.

Ada seorang bapak yang anaknya meninggal tertabrak mobil. Bapak itu mempunyai tiga pilihan. Pertama, dia bisa mendatangi orang yang menabrak dan membunuhnya. Ini disebut balas dendam. Kedua, si bapak bisa menyerahkan penabrak tersebut ke tangan polisi untuk diadili. Ini disebut keadilan. Ketiga, bapak itu bisa melakukan sesuatu yang secara kapasitas manusia tidak mungkin dilakukan. Dia mengampuni si penabrak dan kemudian mengadopsinya sebagai anaknya sendiri. Lalu dia memberikan
semua warisan yang seharusnya menjadi bagian anaknya yang meninggal kepada si penabrak dan menganggap si penabrak seperti anak kandungnya sendiri. Ini yang dinamakan kasih karunia.

Bapak yang baik itu adalah Allah Bapa. Anak yang mati tertabrak adalah Yesus. Kita adalah si penabrak yang telah membunuh Yesus. Allah Bapa menghapus semua dosa-dosa kita dan mengangkat status kita sejajar dengan Yesus. Yesus mati supaya kita bisa bebas dari hidup menurut hukum taurat. Karena hukum membuat mata Anda fokus pada kegagalan Anda. Tapi kasih karunia membuat mata Anda fokus pada kasih Tuhan.

Coba bayangkan apabila si bapak di atas menyerahkan si penabrak ke pengadilan. Mungkin si penabrak akan menghabiskan sisa hidupnya di penjara menyesali perbuatannya. Tetapi bayangkan apa yang si penabrak akan rasakan sewaktu bapak tersebut mengampuninya dan mewariskannya harta kekayaan. Si penabrak tidak akan terlalu fokus dengan kesalahannya bukan?
Seperti itulah kasih karunia yang Tuhan berikan pada kita semua. Kasih karunia memberikan Anda kekuatan untuk hidup sesuai Firman. Kasih karunia-Nya lah yang meyakinkan Anda bahwa Dia akan membuat Anda lebih dari pemenang.
Law gives a picture of righteousness. Grace gives the power to live a righteous life.
(Hukum memberi Anda gambaran tentang hidup yang benar. Kasih karunia memberi Anda kekuatan untuk hidup benar)

Jadi, fokuskan pikiran Anda pada kasih karunia-Nya. Ingat bahwa Tuhan memberikan kasih karunia-Nya setiap hari khusus kepada Anda. Belajar untuk menerima kasih karunia-Nya karena hanya kasih karunia-Nya yang memampukan kita hidup berkemenangan.

Katakan kepada-Nya: "Tuhan, ampuni Aku karena selama ini Aku lebih suka hukum Taurat daripada kasih karunia-Mu. Aku mau hidup berkemenangan dan menghasilkan buah, tetapi Aku butuh kasih karunia-Mu untuk itu. Ajari aku untuk berjalan dalam kasih karunia-Mu. Hari ini aku membuat komitmen untuk mem-fokuskan mata dan pikiranku hanya kepada kasih karunia-Mu dan bukan kepada hukum Taurat. Dalam nama Yesus, Amin."

Dalam kasih-Nya,
Maria Magdalena Ministries
www.mmmindo.org



Source :
www.jawaban.com

Murid Kasih Karunia



Titus 2: 11-14
“Karena kasih karunia Allah yang menyelamatkan semua manusia sudah nyata. Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”

Salah satu penghambat pertumbuhan orang percaya adalah pandangan yang keliru akan kasih karunia. Banyak yang mengira bahwa kasih karunia memberikan kita kebebasan dan berbuat semau kita. Itu adalah suata pandangan yang salah. Walaupun kasih karunia itu mengampuni dosa, tetapi kasih karunia bukanlah ijin bagi kita untuk berbuat bebas, dan berbuat dosa.

Kasih karunia menurut perjanjian lama adalah suatu gambaran di mana seorang yang kuat membungkukkan dirinya dan turun kebawah untuk mengangkat orang ke atas sejajar dengannya. Dan tujuan dari orang percaya adalah supaya menjadi serupa dengan Yesus.
Dan menurut perjanjian baru, kasih karunia adalah kemampuan yang Tuhan berikan kepada kita supaya sanggup melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan dengan kemampuan kita sendiri.

Ketahuilah bahwa kita perlu kasih karunia-Nya, sebab kehidupan keKristenan itu bukanlah hal gampang maupun susah, tetapi hal yang mustahil tanpa kasih karunia.
Hidup di dalam kasih karunia adalah hidup di dalam didikan Tuhan. Inilah tujuan dari kasih karunia. Dan kasih karunia tersedia bagi setiap kita (ayat ke-11).

Untuk apa Tuhan mendidik kita?
  1. Supaya kita meninggalkan kefasikan. Apakah kefasikan itu? Fasik tidaklah sama dengan kafir. Orang kafir adalah orang yang tidak mengetahui kebenaran, tetapi orang fasik adalah mereka yang sudah tahu kebenaran tetapi tetap menolak melakukannya. Orang yang fasik adalah orang yang gagal menghidupkan firman Tuhan di dalam kehidupan sehari-hari.

  2. Supaya kita meninggalkan keinginan-keinginan duniawi. Wajar dan normal bagi manusia untuk memiliki keinginan. Sebab keinginan kita itu bisa juga baik dan memberikan kita gairah untuk melakukan sesuatu. Namun kadang kala kita terlalu memaksakan keinginan kita dan mementingkan keinginan kita lebih dari kehendak Tuhan. 
     “Dan dunia ini sedang lenyap dengan keinginannya, tetapi orang yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya.” (1 Yohanes 2: 17) 

  3. Supaya kita dapat hidup penuh hikmat. Hidup penuh hikmat adalah hidup yang penuh kebijaksanaan, keadilaan dan ibadah.
    Orang bisa saja sangat pintar namun tidak punya hikmat. Hikmat dapat memberikan kita cara hidup yang benar. 

    “Tetapi hikmat yang dari atas adalah pertama-tama murni, selanjutnya pendamai, peramah, penurut, penuh belas kasihan dan buah-buah yang baik, tidak memihak dan tidak munafik.” (Yakobus 3: 17) 

    Sewaktu Salomo ditawarkan Tuhan mau meminta apa, dia minta hikmat; dan Tuhan berikan itu kepadanya. Bukan hanya hikmat yang Tuhan berikan, tetapi ada bonus lainnya yang Tuhan berikan, yaitu segala kekayaan materi.
    Kekayaan dan harta benda adalah bonus! Namun sering kali kita berdoa meminta bonus itu kepada Tuhan. Apakah itu bonus?
    Jikalau kita beli mobil, lalu dapat gelas atau payung, itulah bonus. Bukannya kita minta mobil, tetapi kita meminta payung kepada Tuhan, meminta bonus.
    Kita perlu hikmat dari Tuhan. Dan takut akan Tuhan adalah awal dari segala hikmat. (Amsal 1:7; 9:10; 15:33).
From Sermon @Rocksydney.org.au

Source :
www.jawaban.com

Kaya tapi Miskin Hati

  Ciri-ciri orang Kristen yang suam-suam kuku: Lebih mengandalkan harta dan kenyamanan dunia daripada Tuhan.  Hidup dalam kepuasan diri, mer...